Topik 01 - Portofolio Aksi Nyata Computational Thinking Silfiani Indri

 

_____________________

DAFTAR ISI

 Daftar Isi ............................................................................................................................... i

Pengetahuan dan Pengalaman yang Diperoleh .............................................................. 1

Hasil Diskusi Ruang Kolaborasi ......................................................................................... 2

Feedback Demonstrasi Kontekstual .................................................................................. 3

Hasil Refleksi Diri .................................................................................................................. 4

Artefak .................................................................................................................................... 5


 



 

 i

_____________________

Pengetahuan dan Pengalaman yang Diperoleh

1.  Definisi Computational Thinking 

  Computational Thinking (CT) atau dikenal juga dengan istilah berpikir komputasi merupakan suatu proses berpikir secara logis dan sistematis dalam menyelesaikan serta menemukan solusi dari suatu masalah secara efektif, efisien, dan optimal.  Pelaku dari berpikir komputasi ini ada dua, yaitu manusia dan komputer (sistem).

2.  Fondasi Computational Thinking

     Computational Thinking (CT) terdiri atas 4 fondasi dalam berpikir, yaitu 

1. Dekomposisi (decomposition). Tahap dekomposisi yaitu tahap pertama dari Computational thinking, dimana kita memecah masalah yang besar menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan lebih sederhana. Sehingga dapat menyelesaikannya satu persatu.

2.  Pengenalan pola (Pattern Recognition). Pada tahap ini kita akan berusaha mencari pola atau kesamaan dalam masalah yang kita hadapi, dengan pengalaman kita yang sudah pernah menyelesaikan masalah sebelumnya. Dengan begitu diharapkan kita dapat menemukan kesamaan pola dan solusi yang dapat digunakan pada permasalahan kita saat ini.

3. Abstraksi (abstraction). Pada tahap ini kita berusaha mengidentifikasi informasi yang dianggap penting dan mengabaikan atau mengeliminasi  informasi yang kurang relevan dengan masalah. atau kita juga bisa fokus pada blueprint yang menjadi inti dalam penyelesaian masalah kita.

4.  Algoritma (algorithm). Pada tahap ini kita mulai menyusun langkah-langkah secara runtut atau sistematis berdasarkan proses berpikir komputasi tadi untuk dapat menyelesaikan persoalan secara efektif dan efisien.

3.  Contoh Penerapan Computational Thinking dalam Kehidupan Sehari-hari

 Beberapa contoh penerapan CT dengan kehidupan sehari-hari, yaitu :

·  Mengatur pengeluaran keuangan, Decomposition (memecah uang menjadi beberapa sub-pengeluaran, seperti uang makan, uang tabungan, uang darurat, dan lainnya), Pattern recognition (sama seperti pola dalam menabung, membagi uang kedalam beberapa sub-bagian, hanya saja dalam hal ini uang akan digunakan bukan disimpan), Abstraction (mengabaikan pengeluaran yang tidak perlu seperti membeli lotre undian yang menjanjikan hadiah dua kali lipat), dan Algorithm (langkah penyelesaian pengeluaran keuangan).

·   Belanja kebutuhan bulanan, Decomposition (membuat daftar list keperluan apa saja yang akan dibeli seperti sembako, sabun/detergen, buah & sayur, dan lainnya), Pattern recognition (sama seperti pola dalam belanja harian/mingguan, hanya saja dalam hal ini kuantitas barang yang dibeli lebih banyak), Abstraction (mengabaikan pengeluaran yang tidak perlu seperti membeli sosis yang sedang viral, padahal stok dirumah masih ada), dan Algorithm (membeli kebutuhan sesuai dengan keperluan).

·  Menyusun buku di rak, Decomposition (memisahkan buku sesuai dengan genrenya, seperti buku fiksi, romance, horror, dongeng dan lainnya), Pattern recognition (sama seperti pola dalam menyusun sandal/sepatu untuk harian,olahraga, dan kerja, hanya saja dalam hal ini barangnya adalah buku), Abstraction (mengabaikan mengapa rak buku berbeda bentuk dengan rak piring), dan Algorithm (menyusun buku di rak sesuai dengan alur yang telah dibuat).

·   Olahraga Push Up, Decomposition (berapa lama waktu ideal untuk berolahraga push up, apa saja alat yang dibutuhkan, kapan waktu yang baik untuk push up, dan lainnya), Pattern recognition ( push up memiliki pola gerakan yang sama dengan sit up, hanya saja sit up dilakukan dengan posisi badan terlentang, sedangkan push up terlungkup), Abstraction (mengabaikan apakah perlu sambil mendengarkan musik saat push up), dan Algorithm (melakukan push up sesuai rencana).

·   Membuat Cemilan Risoles. Decomposition (alat dan bahan apa saja yang diperlukan dalam proses pembuatan, berapa banyak risoles yang akan dibuat sehingga dapat menyesuaikan banyaknya bahan,  dan lainnya), Pattern recognition (proses membuat risoles memiliki pola pembuatan yang sama dengan lumpia, hanya saja berbeda pada kulitnya. kulit risoles dibuat lebig lembut dibandingkan kulit lumpia yang renyah), Abstraction (mengabaikan apakah risoles perlu dihias untuk meningkatkan selera penikmatnya), dan Algorithm (membuat risoles sesuai).

1

_____________________

Hasil Diskusi Ruang Kolaborasi

     Berikut adalah hasil diskusi kelompok PPL SMPN 12 Kota Jambi pada ruang kolaborasi mata kuliah computational thinking :


2

_____________________

Feedback Demonstrasi Kontekstual 

     Adapun feedback yang kami peroleh dalam demonstrasi kontekstual adalah sebagai berikut :

3

_____________________

     Hasil Refleksi

        Setelah proses belajar mata kuliah Computational Thinking (CT) pada topik 1, berikut hasil refleksi yang diperoleh :

  1. Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?

Jawab :

Adapun harapan saya dalam mengikuti mata kuliah Computational Thinking (CT) ini yaitu :

1)  Saya mampu memahami dengan baik konsep CT sehingga dapat membedakan mana contoh CT dan mana yang bukan, serta memahami bagaimana penerapan CT dalam kehidupan sehingga mampu menyelesaikan dan menemukan solusi suatu masalah secara efektif, efisien, dan optimal.

2) Sebagai seorang calon guru matematika, saya berharap dengan memahami  mata kuliah ini dapat melatih dan membiasakan diri saya dalam berpikir komputasi, sehingga nantinya saya akan dapat menyelesaikan masalah dalam tanggungjawab keguruan saya dengan logis dan sistematis melalui proses berpikir komputasi ini.

3) Saya ingin membagikan cara berpikir komputasi ini kepada orang sekitar, terutama peserta didik saya, sehingga dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis serta kemampuan problem solving mereka.

 

  1. Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?

Jawab :

Saya memperoleh beberapa pemahaman baru setelah mempelajari Computational Thinking (CT) ini, yaitu :

a)  Saya baru mengetahui dan memahami bahwa ternyata Computational Thinking (CT) ini sudah sering dilakukan sebelumnya, hanya saja baru kali saya mengetahui istilahnya.

b)  Saya mampu memahami bahwa CT merupakan sebuah konsep berpikir secara logis, kritis, dan sistematis, dengan tujuan agar dapat menyelesaikan suatu masalah secara efektif, efisien, dan optimal.

c)  Saya mengetahui dan memahami bahwa dalam berpikir komputasi terdapat 4 fondasi langkah dalam penyelesaian masalah, yaitu Decompocision, Pattern Recognition, Abstraction, dan Algorithm.

d) Saya memahami bahwa konsep berpikir komputasi ini bukan berarti menjadikan kita sebagai robot atau memperbudak pemikiran kita, melainkan berguna untuk melatih kita untuk dapat berpikir dengan algoritma yang sistematis/terstruktur seperti komputer.

e)  Saya memahami bahwa penerapan CT dapat dilakukan secara manual maupun memanfaatkan teknologi, tidak mengharuskan untuk selalu menggunakan perangkat, karena inti dari CT adalah proses berpikir dalam penyelesaian masalah itu sendiri.

 

  1. Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?

Jawab :

Setelah saya mengetahui dan memahami keberadaan dari konsep Computational Thinking (CT), saya berpendapat bahwa berpikir komputasi merupakan salah satu cara berpikir yang penting untuk terus saya latih dan kembangkan sehingga dapat mengoptimalkan kemampuan berpikir dan problem solving. Penerapan berpikir komputasi sangat bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan, meliputi berbagai kegiatan keseharian, kegiatan dalam pekerjaan, kegiatan dalam bidang pendidikan, dan lainnya. Keberadaan CT menurut saya paling bermanfaat dalam mempermudah saya dalam menyelesaikan serta menemukan solusi dari masalah yang saya temukan dalam kehidupan sehari-hari. Proses berpikir komputasi dengan algoritma yang sistematis atau terstruktur ini sangat membantu dalam penyelesaian masalah secara efektif, efisien, dan optimal. Dengan membiasakn diri berpikir komputasi, maka selain dapat menyelesaikan masalah dengan baik, sekaligus juga akan melatih kemampuan berpikir secara optimal.

  1. Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT?

Jawab :

Saya merasa senang dan antusias untuk melanjutkan mempelajari Computational Thinking (CT) sampai akhir mata kuliah nantinya. Dengan mempelajari CT saya dapat menemukan cara berpikir yang efektif dan efisien dalam penyelesaian masalah. Dengan memahami dan menerapkan konsep CT dalam kehidupan, maka akan mempermudah saya dalam menghadapi dan mengatasi masalah. Tidak cukup sampai disitu, saya juga dapat mentransfer kembali konsep CT yang sudah saya pahami kepada orang lain, terutama kepada peserta didik saya sehingga dapat sejak dini melatih dan membiasakan diri dalam berpikir komputasi, dengan begitu dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis serta kemampuan problem solving mereka.

 

  1. Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?

Jawab :

Menurut saya, sejauh ini belum ada kendala atau hambatan yang saya temukan dalam mengikuti mata kuliah Computational Thinking (CT) ini. meskipun pada awal-awal saya mendengar mata kuliah ini, saya berpikir bahwa materi dan pembelajarannya akan melibatkan rumus-rumus computer atau penggunaan komputer. Namun setelah dosen menjelaskan saya baru memahami bahwa ternyata Computational Thinking (CT) ini merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebut suatu cara berpikir yang efektif dan efisien serta bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan problem solving. Apabila nantinya ditemukan kendala dalam mengikuti mata kuliah ini, maka sudah seharusnya saya berlatih menerapkan konsep CT dalam mengatasi masalah atau kendala yang saya hadapi tersebut.

 4

_____________________

Artefak 

5

_____________________


Terima kasih

😊

 

 

Komentar